Empat mahasiswa UISI yang menghasilkan produk CAP BESI (Kecap Trembesi)
Empat mahasiswa UISI yang menghasilkan produk CAP BESI (Kecap Trembesi)
23 Juni 2019 | Tim Media UISI

Kecap CAP BESI, Produk Karya Mahasiswa UISI dari Biji Trembesi

Inovasi produk CAP BESI (Kecap Trembesi) mendapatkan dana hibah melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) DIKTI

Kecap merupakan bumbu dapur atau penyedap makanan yang disukai oleh setiap lapisan masyarakat tanpa mengenal gender ataupun status sosialnya. Sehingga tidak aneh apabila kecap juga disebut sebagai signature dish of Indonesia. Oleh karena itu terdapat peningkatan permintaan kecap dari konsumen setiap tahunnya dan produsen kecap di Indonesia pun semakin meningkat. Namun area produksi kedelai di Indonesia dari tahun ke tahun semakin menyempit. Hal ini lah yang menyebabkan produksi kedelai juga mengalami penurunan.

Trembesi (Albizia Saman) adalah salah satu  tumbuhan di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, akan tetapi tidak semua termanfaatkan secara optimal. Pada dasarnya biji trembesi (Albizia Saman) memiliki tekstur dan kandungan gizi mirip dengan biji kedelai. Pada biji trembesi memiliki kandungan protein 42,82%, serta mengandung gizi lainnya yaitu karbohidrat 24,20%, lemak 12,50%, kadar air 6,57%, kalsium 1,13%, fosforr 1,01% dan energi 380,50%.

Berdasarkan peluang dan potensi tersebut, empat mahasiswa UISI menghasilkan CAP BESI (Kecap Trembesi). Produk ini dihasilkan oleh Muhammad Salman Alfarisi (Teknik Kimia 2016),  Muhammad Afit Hariyanto (Teknik Kimia 2016), Yeni Feronika Rusadhi (Teknik Kimia 2016) dan Syarifa Nur’aini (Teknik Kimia 2017) dengan dosen pembimbing, Eka Lutfi Septiani., ST., MT. Inovasi ini pun berhasil mendapatkan dana hibah melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) DIKTI.

Pemilihan biji trembesi sebagai komoditas untuk dijadikan usaha dalam bentuk kecap ini selain  untuk memanfaatkan buah trembesi yang selama ini terbuang, biji trembesi juga memiliki kandungan nilai gizi yang cukup tinggi dan dibutuhkan oleh tubuh. “Kedepannya kami akan bekerja sama dengan petani lokal dari Lamongan dan menambah varian rasa baru", ungkap Syarifa Nur'aini. (tsa/msl) 

Artikel Terkait