9 Oktober 2020 | Tim Media UISI

ANALISIS DAMPAK INTEGRASI DATA TERHADAP KECEPATAN PELAYANAN PUBLIK DI KOTA SURABAYA

Sejak 2013, melalui Surabaya Single Window (SSW), Pemerintah Kota Surabaya telah melaksanakan inovasi pelayanan publik atau electronic government (e-Government) untuk mengintegrasikan data kependudukan kepada pemohon dengan domisili Kota Surabaya.

Renny Sari Dewi
Information Systems Department, Universitas Internasional Semen Indonesia,
Komplek PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Jl. Veteran Gresik, 61122 Indonesia
E-mail: renny.rsd@gmail.com


Abstract
Since 2013, through Surabaya Single Window (SSW), the Government of Surabaya has implemented an innovation in public service (electronic government, e-Government) to integrate citizen’s data to the applicant whose domicile is Surabaya. The existence of a synergy between information technology and public services raised a question whether there is any positive impact to the speed of public service provided after the integration of  he citizen’s data. A survey regarding to response time after filling in an SSW form for technical permissions was conducted to 151 respondents. This research concluded that the factor of data integration through a JSON formatted data-sending service could accelerate the process of population data filling by 80.7 percent or equal to 56.98 seconds faster. In other words, if citizen’s data integration is implemented thoroughly, the Public Service Integrated Unit (UPTSA) may be able to receive 2.850 applications files per day.


Keywords: e-government, public service, data integration, service speed, SSW


Abstrak


Sejak 2013, melalui Surabaya Single Window (SSW), Pemerintah Kota Surabaya telah melaksanakan inovasi pelayanan publik atau electronic government (e-Government) untuk mengintegrasikan data kependudukan kepada pemohon dengan domisili Kota Surabaya. Adanya sinergi antara teknologi informasi dan pelayanan publik ini menimbulkan pertanyaan terkait dampak positif dari sisi kecepatan pelayanan publik setelah adanya integrasi data kependudukan. Survey mengenai waktu respon saat mengisi permohonan perizinan teknis pada aplikasi SSW telah dilakukan kepada 151 responden. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor integrasi data melalui sebuah layanan pengiriman data berformat JSON dapat  mempercepat proses pengisian data kependudukan sebesar 80.7 persen atau setara dengan lebih cepat 56.98 detik. Ini berarti, apabila integrasi  ata kependudukan diimplementasikan secara menyeluruh, Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap dimungkinkan dapat menerima 2.850 berkas permohonan secara elektronik setiap harinya.


Kata Kunci: e-government, pelayanan publik, integrasi data, kecepatan pelayanan, SSW

Paper: Download

Peer Review 1: Download

Peer Review 2: Download

Plagiarism Check: Download

Artikel Terkait