25 Januari 2026 | Tim Media UISI

Mahasiswi Sistem Informasi UISI, Marshanda Azahra, Presentasikan Riset Skripsi di Konferensi Internasional

Marshanda Azahra Yasir, mahasiswi Sistem Informasi Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) memilih conference international

UISI – Bagi mayoritas mahasiswa tingkat akhir, skripsi sering kali dianggap sebagai tantangan yang berat dan kaku. Namun, sudut pandang berbeda ditunjukkan oleh Marshanda Azahra Yasir, mahasiswi Sistem Informasi Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), yang memilih menempuh jalur prestasi. Alih-alih mengikuti alur ujian skripsi konvensional, ia berhasil mengonversi hasil penelitiannya menjadi publikasi ilmiah di International Conference on Research in Emerging Technologies and Strategic Business & The 10th International Seminar and Conference on Learning Organisation (ICRES-ISCLO 2025) — sebuah konferensi internasional bergengsi. Melalui jalur ini, presentasi di hadapan pakar global diakui sebagai pengganti ujian skripsi di kampus.

Kesempatan emas datang pada bulan September saat sebuah informasi mengenai konferensi internasional muncul ke permukaan. Karena data risetnya sudah siap diolah, ia memutuskan untuk tidak membuang peluang berharga tersebut demi mencari pengalaman baru. Baginya, momen ini adalah kesempatan langka yang tidak boleh dilewatkan begitu saja dalam perjalanan akademiknya. Marshanda percaya bahwa pengalaman internasional akan memberikan nilai tambah yang signifikan pada portofolio profesionalnya di bidang teknologi informasi.

Dalam proses penyusunannya, Marshanda mengakui bahwa bimbingan dari Ibu Grandys Frieska Prassida, S.Kom., M.Kom., Ph.D., MCE, CIIQA., merupakan faktor kunci di balik keberhasilannya. Beliau memberikan berbagai wawasan baru serta arahan teknis yang sangat mendetail, yang didasarkan pada pengalaman luasnya di kancah konferensi global. Melalui proses bimbingan yang dilakukan secara intensif, Marshanda memperoleh berbagai insight strategis yang sangat membantunya dalam menyempurnakan riset tersebut. Sinergi yang kuat antara mahasiswa dan dosen pembimbing inilah yang akhirnya menjadi fondasi kokoh bagi Marshanda dalam memenuhi standarisasi jurnal internasional yang dikenal sangat ketat.

 

Perjalanan penyusunan paper ini diwarnai berbagai tantangan, terutama saat Marshanda harus membagi fokus dengan kegiatan magang di luar kota. Kondisi tersebut menuntut pengaturan waktu yang lebih ketat agar proses bimbingan tetap berjalan. Komunikasi yang terbuka dengan dosen pembimbing menjadi kunci agar riset tetap berprogres, meski sering dikerjakan di luar jam kerja. Tantangan meningkat menjelang tenggat, mulai dari penyusunan materi presentasi hingga penyesuaian mendadak akibat perubahan template dari panitia sehari sebelum acara. Dengan persiapan intensif dan simulasi bersama dosen pembimbing, Marshanda akhirnya siap mengikuti presentasi.

Dari sisi administrasi, keikutsertaan dalam konferensi internasional ini hanya memerlukan biaya registrasi sebagai presenter tanpa beban tambahan lainnya. Marshanda menilai biaya tersebut sepadan dengan manfaat akademik yang diperoleh. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan UISI yang mengakui publikasi konferensi internasional sebagai pengganti sidang skripsi melalui jalur rekognisi tugas akhir, di mana presentasi di hadapan forum internasional menjadi indikator utama kelulusan. Skema ini dinilai efektif untuk menunjukkan kompetensi di bidang analisis data dan digital marketing.

Pengalaman ini memberikan banyak perubahan positif bagi Marshanda, terutama dalam peningkatan kemampuan riset dan kepercayaan diri saat berkomunikasi secara profesional. Ia kini lebih terampil melakukan analisis data yang selaras dengan kebutuhan industri, sekaligus memiliki perspektif baru dalam mengolah data menjadi narasi ilmiah yang kuat. Interaksi langsung dengan pakar internasional turut membentuk mentalitasnya sebagai calon profesional di bidang teknologi.

Kepada mahasiswa Sistem Informasi lainnya, Marshanda berpesan agar berani mengeksplorasi minat yang relevan dengan industri dan jeli melihat peluang riset dari berbagai fenomena teknologi. Ia juga menekankan agar tidak ragu menempuh jalur kelulusan yang berbeda, karena pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh jauh lebih bernilai. Pengalaman ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Sistem Informasi mampu tampil dan berkontribusi di kancah akademik global. (repc)

Artikel Terkait