Dari Ruang Kelas ke Panggung Internasional, Mahasiswa Sistem Informasi UISI Unjuk Riset di ICoDSS 2026
GRESIK – Pengalaman akademik mahasiswa tidak selalu berhenti di ruang kelas. Empat mahasiswa semester empat Program Studi Sistem Informasi Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) membuktikan hal tersebut dengan tampil sebagai presenter dalam 3rd International Conference on Digital, Social, and Science (ICoDSS) 2026, forum akademik internasional yang mempertemukan berbagai gagasan dan riset di bidang digital, sosial, dan sains.
Keempat mahasiswa tersebut adalah Immanuella Audrey Soegito, Anisa Shany Farah Angelica, Vanisa Eka Bela, dan Nadya Sri Ramadhani. Mereka menjadi bagian dari lima mahasiswa UISI yang berpartisipasi aktif dalam konferensi tersebut, bersama dua mahasiswa dari Program Studi Teknologi Logistik.

Menariknya, keterlibatan mahasiswa Sistem Informasi dalam ICoDSS 2026 tidak sekadar sebagai peserta. Audrey dan Anisa dipercaya menjadi penulis utama (first author) sekaligus penyaji materi, membawa hasil riset mereka ke forum akademik internasional.
Audrey mempresentasikan penelitian berjudul “Balancing Benefit and Sacrifice: A Dual-Path TAM-VAM Integration to Explain Students' Intention to Use Gemini AI in Higher Education”. Sementara itu, Anisa mengangkat penelitian berjudul “Digital Pathways to Enrollment: The Mediating Role of Perceived Value in Instagram Marketing Activities for Higher Education.”
Kedua topik tersebut menunjukkan bagaimana mahasiswa Sistem Informasi UISI mulai mengeksplorasi isu-isu digital yang dekat dengan perkembangan teknologi dan kehidupan masyarakat saat ini, mulai dari pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan hingga pemanfaatan media sosial dalam aktivitas pemasaran perguruan tinggi.
Belajar Riset, Menembus Forum Internasional
Capaian mahasiswa tersebut tidak terlepas dari proses pendampingan dan kolaborasi yang dilakukan di lingkungan Program Studi Sistem Informasi UISI. Di bawah bimbingan Grandys Frieska Prassida, S.Kom., M.Kom., Ph.D., MCE., CIIQA., Audrey dan Anisa mendapatkan pendampingan dalam proses penyusunan hingga pematangan naskah penelitian.
Kolaborasi penelitian juga diperkuat melalui payung penelitian Tikno, S.T., M.Kom., MCE. dan Brina Miftahurrohmah, S.Si., M.Si., MCE., MCF. Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi kesempatan untuk mengenal proses penelitian secara lebih dekat, mulai dari pengolahan data menggunakan SmartPLS, penyusunan naskah berstandar internasional, hingga mempersiapkan presentasi dalam bahasa Inggris.
Tantangan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa, terlebih karena mereka masih berada di semester empat. Melalui latihan dan simulasi intensif menjelang konferensi, mahasiswa dipersiapkan untuk tidak hanya memahami penelitian yang mereka lakukan, tetapi juga mampu menyampaikannya di hadapan audiens internasional.
Kolaborasi Prodi yang Membuka Jalan
Keterlibatan Sistem Informasi UISI dalam ICoDSS 2026 juga menunjukkan kuatnya kolaborasi antarprogram studi. Sebagai co-host, Program Studi Sistem Informasi bersinergi dengan Program Studi Teknologi Logistik dalam penyelenggaraan konferensi.
Kolaborasi tersebut menghasilkan kontribusi berupa enam artikel ilmiah, terdiri atas empat artikel dari Sistem Informasi dan dua artikel dari Teknologi Logistik. Selain itu, dua dosen Sistem Informasi, Ardhi Dwi Firmansyah, S.Kom., M.Kom., MCE. dan Dr. Putri Amelia, S.T., M.T., M.Eng., MCE., MOS., dipercaya sebagai Session Chair, sementara Grandys Frieska Prassida berperan sebagai reviewer.
Konferensi yang berlangsung secara daring melalui Zoom pada 23 Juli 2026 tersebut menjadi ruang bagi sivitas akademika UISI untuk memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan karya riset pada forum internasional.
Dari Pengalaman Pertama Menuju Peneliti Muda
Keterlibatan mahasiswa dalam ICoDSS 2026 juga memberikan peluang lebih lanjut bagi karya mereka. Berdasarkan rekomendasi reviewer, naskah mahasiswa tidak hanya berpeluang masuk dalam prosiding internasional, tetapi juga memiliki kesempatan untuk diarahkan menuju jurnal terindeks SINTA.
Berbagai topik yang diangkat dalam konferensi, mulai dari Artificial Intelligence, Big Data, Digital Systems & Innovation, hingga Cybersecurity & Digital Ethics, menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan teknologi sekaligus mengasah kemampuan riset mereka.
Bagi Program Studi Sistem Informasi UISI, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses membangun budaya riset sejak dini. Mahasiswa tidak hanya didorong untuk memahami teori di ruang kelas, tetapi juga diberi ruang untuk meneliti, menulis, berkolaborasi, dan mempresentasikan gagasan di forum akademik yang lebih luas.
Dari pengalaman pertama di panggung internasional ini, langkah para mahasiswa Sistem Informasi UISI diharapkan menjadi awal dari lahirnya lebih banyak peneliti muda yang adaptif, inovatif, dan berani membawa karya mereka ke tingkat yang lebih luas.
Karena riset yang baik tidak berhenti di ruang kelas—ia menemukan panggungnya ketika gagasan berani dibagikan kepada dunia.
(REPC/DHK)