Tim Pengmas UISI memberikan pendampingan teknis sekaligus menyerahkan modul panduan CBT-Ibrah
Tim Pengmas UISI memberikan pendampingan teknis sekaligus menyerahkan modul panduan CBT-Ibrah
13 Agustus 2026 | Tim Media UISI

Tekan Pemborosan Kertas hingga 80%, Tim Pengabdian UISI Hadirkan CBT-Ibrah untuk Digitalisasi Ujian di SDIT Al Ibrah Gresik

Tim Pengabdian UISI dan Unisla menghadirkan CBT-Ibrah, sistem ujian berbasis komputer yang beroperasi offline dan mampu menekan biaya ujian hingga 80% di SDIT Al Ibrah Gresik.

GRESIK, Agustus 2026 – Transformasi digital di bidang pendidikan terus membuka peluang untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan adaptif. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) melalui tim pengabdian masyarakat berkolaborasi dengan Universitas Islam Lamongan (Unisla) menghadirkan inovasi digitalisasi evaluasi pembelajaran melalui Computer Based Test (CBT)-Ibrah di SD Islam Terpadu (SDIT) Al Ibrah, Manyar, Kabupaten Gresik.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui skema kemitraan masyarakat ini dipimpin oleh Brina Miftahurrohmah, M.Si. dari UISI, dengan anggota Taufiqotul Bariyah, M.IM. dari UISI dan Masruroh, M.Pd. dari Unisla, serta melibatkan tiga mahasiswa. Program tersebut memperoleh dukungan dan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Inovasi CBT-Ibrah hadir sebagai solusi atas tantangan pelaksanaan ujian konvensional berbasis kertas (Paper Based Test) yang selama ini diterapkan di SDIT Al Ibrah. Dengan sekitar 680 siswa dan frekuensi ujian mencapai 50 kali dalam setahun, sekolah sebelumnya membutuhkan lebih dari 170.000 lembar kertas ujian setiap tahun.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada penggunaan sumber daya, tetapi juga meningkatkan beban operasional sekolah. Pengadaan kertas ujian diperkirakan menghabiskan anggaran hingga Rp12,5 juta per tahun, sementara 69 guru harus mengalokasikan lebih dari 500 jam kerja per tahun untuk melakukan koreksi lembar jawaban secara manual. Sistem konvensional tersebut juga menghadirkan risiko kesalahan dalam rekapitulasi nilai administrasi sebesar 5–10 persen, sekaligus menghadirkan tantangan dalam menjaga integritas pelaksanaan ujian.

Ujian Digital Tanpa Bergantung Internet

Menjawab persoalan tersebut, Tim Pengabdian UISI-Unisla mengembangkan CBT-Ibrah sebagai sistem ujian digital yang dirancang sesuai kebutuhan sekolah. Salah satu keunggulan utama aplikasi ini adalah kemampuannya beroperasi 100 persen secara offline melalui jaringan lokal sekolah, sehingga pelaksanaan ujian tidak bergantung pada koneksi internet eksternal.

Model tersebut memungkinkan sekolah menjalankan ujian dengan koneksi yang stabil sekaligus menghilangkan kebutuhan biaya internet tambahan selama pelaksanaan ujian. Dari sisi teknologi, CBT-Ibrah dibangun menggunakan NestJS pada sisi backend dan React.js pada sisi frontend, dengan antarmuka yang dirancang ramah bagi siswa sekolah dasar.

Untuk mendukung integritas pelaksanaan ujian, CBT-Ibrah juga terintegrasi dengan Safe Exam Browser (SEB) yang berfungsi membatasi akses perangkat komputer ke aplikasi lain selama ujian berlangsung. Sistem ini turut dilengkapi fitur pengacakan soal otomatis untuk meminimalkan potensi kecurangan.

Implementasi teknologi tersebut tidak berhenti pada pengembangan aplikasi. Tim juga melakukan transfer pengetahuan dan pendampingan berkelanjutan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Dukungan infrastruktur diberikan melalui pemasangan satu unit server lokal yang dilengkapi Uninterruptible Power Supply (UPS) serta konfigurasi SEB pada 30 perangkat komputer di laboratorium sekolah.

Tim Pengabdian Masyarakat UISI memberikan pendampingan teknis sekaligus menyerahkan modul panduan CBT-Ibrah kepada guru SDIT Al Ibrah

Bangun Kemandirian Sekolah melalui Training of Trainers

Aspek keberlanjutan menjadi salah satu fokus utama program. Sebanyak 10 guru SDIT Al Ibrah mendapatkan pelatihan intensif hingga dinyatakan kompeten berdasarkan hasil uji kemampuan dengan rata-rata skor post-test di atas 80.

Tidak berhenti pada pelatihan pengguna, tim juga menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) untuk membentuk dua guru senior sebagai master trainer internal sekolah. Keduanya dipersiapkan untuk mendampingi dan melatih guru-guru lainnya secara mandiri setelah program pengabdian berakhir.

Untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan sistem, Tim Pengabdian UISI juga menyerahkan tiga modul panduan praktis yang diperuntukkan bagi admin, guru, dan siswa sebagai bagian dari aset literasi digital SDIT Al Ibrah.

Efisiensi hingga 80 Persen, Beban Koreksi Guru Turun 90 Persen

Dampak implementasi CBT-Ibrah terlihat dalam pelaksanaan ujian pilot skala penuh yang diikuti satu sesi kelas dengan 30 siswa. Setelah sistem diterapkan, SDIT Al Ibrah mampu mencapai efisiensi biaya operasional ujian hingga 80 persen, terutama karena sekolah tidak lagi bergantung pada penggandaan kertas untuk pelaksanaan ujian.

Selain efisiensi biaya, sistem penilaian otomatis juga memangkas beban kerja guru dalam melakukan koreksi hingga 90 persen untuk soal-soal objektif. Sementara itu, proses kalkulasi skor akhir dan analisis butir soal yang dilakukan oleh sistem berhasil menekan tingkat kesalahan administrasi rekapitulasi nilai hingga 0 persen pada pelaksanaan pilot.

Siswa SDIT Al Ibrah Gresik mengikuti ujian pilot menggunakan CBT-Ibrah berbasis jaringan lokal offline dengan dukungan Safe Exam Browser pada perangkat komputer laboratorium sekolah

Kepala SDIT Al Ibrah Gresik, Janan, S.Pd., mengapresiasi kontribusi Tim Pengabdian UISI dalam menghadirkan solusi yang tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga membantu guru mengalokasikan kembali waktu yang sebelumnya digunakan untuk koreksi manual.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan dan dedikasi luar biasa dari Tim Pengabdian UISI. Melalui sistem CBT-Ibrah, kami tidak hanya berhasil menciptakan efisiensi anggaran sekolah dari penghematan kertas, tetapi juga mengembalikan waktu berharga para guru yang sebelumnya tersita untuk koreksi manual agar kini bisa dialihkan untuk mengajar secara lebih produktif,” ungkap Janan, S.Pd.

Ketua Tim Pengusul UISI, Brina Miftahurrohmah, M.Si., menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi bagian penting dari desain program pengabdian tersebut. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersedianya aplikasi, tetapi juga dari kemampuan mitra untuk mengelola dan mengembangkan sistem secara mandiri.

“Melalui pendampingan terstruktur dan pembinaan master trainer internal, kami memastikan SDIT Al Ibrah dapat mengelola dan mengembangkan ekosistem ujian digital ini secara mandiri. Program ini selaras dengan pencapaian target SDGs ke-4 terkait peningkatan kualitas pendidikan dasar berbasis sains dan teknologi di Indonesia,” jelas Brina.

Melalui implementasi CBT-Ibrah, Tim Pengabdian UISI-Unisla menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat dirancang secara kontekstual untuk menjawab kebutuhan nyata satuan pendidikan. Tidak hanya menghadirkan digitalisasi proses evaluasi pembelajaran, program ini juga mendorong efisiensi sumber daya, penguatan kapasitas guru, peningkatan integritas ujian, serta kemandirian sekolah dalam mengelola teknologi.

Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat komitmen UISI dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian masyarakat yang menghasilkan solusi teknologi tepat guna dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Artikel Terkait