26 Desember 2025 | Tim Media UISI

Trinity CEO: Tiga Mahasiswa Logistik, Waktu Singkat, dan Kemenangan yang Datang di Saat Tak Disangka

Trinity CEO: Tiga Mahasiswa Logistik, Waktu Singkat, dan Kemenangan yang Datang di Saat Tak Disangka

Kadang rencana tidak berjalan sesuai harapan. Tapi justru dari situ, jalan lain terbuka. Itulah yang dialami Tim Trinity CEO, tiga mahasiswa Program Studi Teknik Logistik yang terdiri dari Linggarwangi Yuniar, Siti Sarah Zia Ulhaq, dan Yolla Carine Tikha. Gagal berangkat ke final lomba di Sulawesi bukan akhir cerita. Mereka memilih mencari peluang lain dan justru pulang sebagai Juara 1.

Nama Trinity CEO dipilih bukan tanpa alasan. “Trinity” merujuk pada tiga serangkai, sementara “CEO” mencerminkan semangat berbisnis yang ingin mereka bangun bersama. Sederhana, tapi cukup menggambarkan identitas tim, bertiga satu tujuan.

Ide yang mereka bawa adalah transit hub smart locker bagi petani dan pedagang, dengan menggandeng PT KAI sebagai mitra utama. Konsep ini dirancang untuk menjawab persoalan distribusi dan penyimpanan barang agar lebih efisien, terutama bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada sistem logistik yang cepat dan aman

Inspirasi ide ini lahir secara tidak terduga. Setelah batal mengikuti final lomba sebelumnya, mereka tidak berhenti. Justru dari kegagalan itu muncul dorongan untuk mencoba kompetisi lain di kota berbeda yang akhirnya membawa kemenangan.

Dalam proses penyusunan ide dan presentasi, pembagian tugas dilakukan menyesuaikan pengerjaan laporan. Tantangan terbesar yang mereka hadapi bukan pada konsep, melainkan waktu yang sangat singkat. Namun keterbatasan tersebut memaksa mereka bekerja lebih fokus dan kompak.

Saat nama tim diumumkan sebagai juara pertama, perasaan yang muncul sederhana tapi kuat, sangat senang dan bersyukur. Dari pengalaman ini, mereka belajar bahwa kerja tim yang rapi dan persiapan yang matang adalah kunci utama dalam kompetisi.

Ke depan, Trinity CEO tidak ingin berhenti di satu kemenangan. Ide bisnis ini berencana terus dikembangkan, baik untuk diikutsertakan dalam kompetisi lain maupun diterapkan langsung di dunia industri.

Ucapan terima kasih mereka sampaikan kepada Miss Prita, Kak Amanda, Kak Zabrina, serta seluruh anggota tim yang saling mendukung, juga kepada program studi dan universitas yang telah memberi ruang untuk tumbuh dan mencoba. 

Jika harus dirangkum dalam satu kalimat, pengalaman ini bagi mereka adalah “Luar biasa dan tak terlupakan.”

Artikel Terkait