16 Februari 2026 | Tim Media UISI

Wujudkan Budaya Safety First di Era Digital: Prodi Manajemen Rekayasa UISI Hadirkan Seminar K3 Berbasis Inovasi Teknologi

"Inovasi Digital K3 dalam Membangun Budaya Safety First melalui Kecerdasan Kolektif dan Teknologi Proaktif" sebagai rangkaian dari Engineering Management (EM) Week ke-12

Gresik, 22 Januari 2026 – Di tengah pesatnya transformasi digital yang merambah berbagai sektor industri, isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak lagi sekadar soal prosedur dan regulasi. Menyadari tantangan ini, Program Studi Manajemen Rekayasa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menggelar seminar bertajuk "Inovasi Digital K3 dalam Membangun Budaya Safety First melalui Kecerdasan Kolektif dan Teknologi Proaktif" sebagai rangkaian dari Engineering Management (EM) Week ke-12.

Berlangsung secara hybrid di Auditorium Kampus B UISI dan platform Zoom, seminar yang digelar bertepatan dengan bulan K3 Nasional ini menjadi ruang diskusi strategis antara akademisi dan praktisi industri. Dengan menghadirkan Ir. Syahril Reza Nugraha, S.T., Safety Expert dari PT. Barito Sarana Karya, serta Heri Purwanto, S.T., para peserta diajak menyelami bagaimana teknologi digital mampu merevolusi pendekatan K3—dari sekadar responsif menjadi proaktif dan prediktif.

"Digitalisasi memungkinkan kita mengidentifikasi potensi bahaya secara real-time, mengelola risiko berbasis data, dan membangun sistem pengawasan yang lebih akurat. K3 kini bukan lagi sekadar prosedur pasca-kejadian, melainkan budaya pencegahan yang terintegrasi dengan proses kerja," ujar Syahril Reza Nugraha dalam paparannya.

Seminar ini menekankan bahwa teknologi hanyalah alat; keberhasilan utama terletak pada kecerdasan kolektif seluruh elemen organisasi. Keselamatan kerja adalah tanggung jawab bersama, di mana kesadaran individu dan kolaborasi tim menjadi fondasi utama membangun budaya safety first yang berkelanjutan.

Peran Strategis Manajemen Rekayasa UISI

"Kami ingin lulusan Manajemen Rekayasa UISI mampu menjadi agen perubahan yang membawa standar K3 ke level lebih tinggi. Dengan memahami teknologi dan membangun kesadaran kolektif, mereka siap menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan," ujar perwakilan panitia EM Week 12.

Ke depan, sinergi antara teknologi proaktif dan kecerdasan kolektif diharapkan mampu mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang adaptif dan berbudaya keselamatan. Melalui kegiatan seperti ini, UISI kembali menegaskan perannya sebagai katalis dalam mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap keselamatan dan kesejahteraan bersama. (may)

Artikel Terkait