Mahasiswa Manajemen Rekayasa UISI Raih Penghargaan Inovasi Terbaik di Program MAGENTA PT Petrokimia Gresik
Gresik — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). Faqih Hadi Pangestu, mahasiswa Program Studi Manajemen Rekayasa UISI, berhasil meraih Penghargaan Inovasi Terbaik pada penutupan Program MAGENTA FHCI BUMN PT Petrokimia Gresik Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi yang dikembangkan Faqih berupa Inventory Management System, sebuah sistem yang dirancang untuk mendukung pengelolaan persediaan suku cadang agar lebih terstruktur, efisien, dan berbasis data.
Melalui inovasi tersebut, proses pengelolaan persediaan dapat dilakukan secara lebih sistematis sehingga membantu mendukung ketepatan informasi, keteraturan administrasi, serta efisiensi dalam pengelolaan kebutuhan suku cadang.
Menariknya, inovasi tersebut tidak berhenti sebagai solusi dalam pelaksanaan program magang. Inventory Management System yang dikembangkan Faqih juga menjadi bagian dari topik skripsinya di Program Studi Manajemen Rekayasa UISI, di bawah bimbingan Andhika Eko Prasetyo.
“Pengembangan sistem ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena saya dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan industri,” ujar Faqih.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana pengalaman mahasiswa di dunia industri dapat menjadi ruang untuk mengembangkan solusi inovatif yang memiliki nilai akademik sekaligus manfaat praktis. Hal ini sejalan dengan komitmen UISI dalam menghadirkan pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, dan kebutuhan industri.
Ke depan, inovasi Inventory Management System tersebut juga akan diarahkan untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Hak Cipta. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan budaya inovasi dan pengembangan karya mahasiswa agar tidak hanya memberikan manfaat dalam lingkungan industri, tetapi juga memiliki rekam jejak akademik dan kekayaan intelektual yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Prestasi Faqih menjadi bukti bahwa mahasiswa UISI mampu menghadirkan inovasi yang berangkat dari persoalan nyata di industri. Tidak sekadar belajar di tempat kerja, pengalaman tersebut justru menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menciptakan solusi, menghasilkan karya, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia industri.

Selamat dan sukses untuk Faqih Hadi Pangestu! Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa UISI lainnya untuk terus berani berinovasi, berkarya, dan menghadirkan solusi bagi kebutuhan industri.
(dhk)