26 Mei 2026 | Tim Media UISI

Persiapkan Generasi Tangguh Siber, Prodi Sistem Informasi UISI Hadirkan Praktisi Ahli Tata Kelola Keamanan TI

Lewat kuliah tamu bersama praktisi industri, mahasiswa Sistem Informasi UISI diajak memahami strategi menghadapi ancaman keamanan siber di era digital.

kultam 3

GRESIK – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, ancaman siber kini menjadi tantangan nyata yang tidak bisa diabaikan. Menjawab kebutuhan akan talenta digital yang adaptif dan siap menghadapi era modern, Program Studi Sistem Informasi Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menggelar Kuliah Tamu Semester Genap 2025/2026 bertema “Navigating Modern Cyber Threats: From Risk Management to Incident Response” pada Rabu (20/5/2026) di Auditorium Kampus B UISI.

Kegiatan ini menghadirkan praktisi profesional di bidang tata kelola keamanan teknologi informasi, Yan Azmi Edo Arizanur, CRMP., sebagai narasumber utama. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diajak memahami lebih dekat bagaimana dunia industri menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan dinamis.

kultam 2 kultam 3

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa, kegiatan ini diwajibkan bagi peserta mata kuliah Manajemen Risiko TI dan Keamanan Siber. Tidak hanya belajar teori di ruang kelas, mahasiswa juga mendapatkan insight praktis terkait strategi mendeteksi, mengelola risiko, hingga menangani insiden keamanan digital secara langsung dari praktisi industri.

Antusiasme peserta terlihat dari penuhnya Auditorium Kampus B UISI selama sesi berlangsung. Diskusi interaktif yang tercipta membuat suasana kuliah tamu terasa lebih hidup dan relevan dengan kondisi nyata di lapangan. Mahasiswa pun berkesempatan menggali pengalaman langsung terkait tantangan keamanan digital yang saat ini dihadapi berbagai perusahaan dan institusi.

Dalam pemaparannya, Yan Azmi menegaskan bahwa keamanan siber saat ini bukan hanya soal penggunaan antivirus atau sistem keamanan semata, tetapi juga tentang membangun kesadaran risiko dan kesiapan respons dalam menghadapi serangan digital.

“Manajemen risiko menjadi langkah awal untuk memetakan celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan oleh peretas. Ketika insiden terjadi, organisasi harus memiliki sistem incident response yang cepat, terukur, dan terstruktur agar dampaknya dapat diminimalkan,” jelasnya.

Tak hanya membahas teori, peserta juga diajak mengulas berbagai studi kasus nyata terkait kebocoran data dan serangan siber yang terjadi di dunia industri. Penyampaian materi yang komunikatif dan aplikatif membuat topik yang cukup teknis menjadi lebih mudah dipahami mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Prodi Sistem Informasi UISI kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga tangguh dalam menjaga keamanan ekosistem teknologi informasi. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus menjadi wadah penguatan kompetensi mahasiswa agar semakin siap bersaing di dunia kerja global. (repc)

Artikel Terkait