Tim EVOUSI Menangkan IFES Business Plan Competition 2025

Menjadi mahasiswa baru biasanya identik dengan adaptasi mengenal kelas, dosen, sistem akademik, dan jadwal tidur yang mulai kacau. Tapi bagi Tim EVOUSI, status mahasiswa baru justru tidak menghalangi langkah mereka untuk berdiri di podium tertinggi IFES Business Plan Competition 2025. Mereka pulang membawa Juara 1, dan tentu saja rasa bangga yang sulit disembunyikan.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi mereka. Bukan semata karena gelar juara, tetapi karena menjadi bukti bahwa semester awal bukan alasan untuk menunggu. Ide yang mereka bawa bukan sekadar wacana lomba, melainkan sesuatu yang mereka yakini punya nilai dan dampak nyata.
Dalam kompetisi tersebut, Tim EVOUSI mengusung EcoWaqf, sebuah konsep platform wakaf hijau berbasis digital. Lewat EcoWaqf, dana wakaf dikelola secara profesional untuk proyek penghijauan kota. Fokusnya jelas yaitu menjawab panas ekstrem, polusi udara, dan minimnya ruang hijau masalah yang sehari-hari mereka lihat sendiri, terutama di kawasan industri seperti Gresik.
Ide tersebut lahir dari pengalaman langsung. Panas kota, ruang hijau yang makin jarang, dan lingkungan yang terasa sesak menjadi pemicu utama. Bagi mereka, EcoWaqf adalah cara untuk mempertemukan kepedulian lingkungan dengan filantropi Islam, agar dampaknya tidak berhenti di angka, tetapi juga terasa secara sosial dan spiritual.
Sebagai mahasiswa baru, tantangan tentu tidak sedikit. Pengalaman yang terbatas dan kompleksnya konsep menjadi ujian tersendiri. Namun semua itu dihadapi dengan komunikasi, pembagian peran yang jelas, dan kemauan belajar bersama. Mereka saling menguatkan, membaca banyak referensi, mengolah data, dan terbuka terhadap masukan. Keterbatasan justru menjadi alasan untuk bekerja lebih serius.
Keunggulan Tim EVOUSI terletak pada keunikan konsep yang mereka bawa. Wakaf hijau masih jarang dibicarakan, apalagi dikemas dalam model bisnis yang transparan, kolaboratif, dan realistis. EcoWaqf tidak hanya bicara ide besar, tetapi juga dilengkapi proyeksi keuangan serta dampak sosial dan lingkungan yang terukur.
Menariknya, mereka mengikuti lomba ini tanpa dosen pembimbing. Apresiasi justru datang setelah kemenangan diraih. Dukungan dari dosen dan pihak kampus menjadi suntikan semangat baru, sekaligus pengingat bahwa prestasi mahasiswa akan selalu menemukan jalannya untuk dihargai.
Kemenangan ini bukan garis akhir. Tim EVOUSI berencana mengembangkan EcoWaqf lebih serius melalui inkubasi bisnis dan kolaborasi dengan kampus, lembaga wakaf, hingga mitra CSR. Harapannya sederhana tapi penting: EcoWaqf tidak berhenti sebagai proposal lomba, melainkan tumbuh menjadi solusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.