23 Januari 2026 | Tim Media UISI

UISI Inisiasi Transformasi Digital Desa Sukomulyo Lewat Chatbot AI Terintegrasi WhatsApp

Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menginisiasi program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Transformasi Digital Desa: Implementasi Chatbot Berbasis AI Terintegrasi WhatsApp untuk Optimalisasi Layanan Publik dan Administrasi Desa Sukomuly

UISI - Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menginisiasi program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Transformasi Digital Desa: Implementasi Chatbot Berbasis AI Terintegrasi WhatsApp untuk Optimalisasi Layanan Publik dan Administrasi Desa Sukomulyo, Gresik.” Program ini berfokus pada pengembangan chatbot berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terhubung dengan WhatsApp guna mendukung layanan administrasi dan penyediaan informasi desa secara digital.

Program tersebut dilaksanakan di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan tim pengabdian dari Program Studi Sistem Informasi Universitas Internasional Semen Indonesia yang dipimpin oleh Brina Miftahurrohmah, S.Si., M.Si., MCE, MCF. Adapun anggota tim terdiri dari M. Rizki Hardika, Rizky Febrian Dwi Putra, Wahyu Kurnia Shandy, Ahmad Kholilul Rohman, dan Nur Haliza, dengan Pemerintah Desa Sukomulyo sebagai mitra pelaksana.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih manualnya proses layanan administrasi di Desa Sukomulyo, yang menyebabkan pelayanan berjalan lambat, akses informasi belum merata, serta mengharuskan warga datang langsung ke kantor desa. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi digital yang mampu meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan publik. Chatbot berbasis AI yang terintegrasi dengan WhatsApp dinilai sebagai solusi tepat karena mudah diakses oleh masyarakat dan sesuai dengan kebiasaan komunikasi warga.

Melalui chatbot ini, warga dapat memperoleh informasi administrasi desa, mengetahui jadwal kegiatan dan informasi terkini seputar desa, mendapatkan panduan layanan kependudukan secara real-time, hingga mengajukan layanan administrasi secara online tanpa harus datang langsung ke kantor desa. Sistem chatbot dikembangkan menggunakan API WhatsApp, Botpress, serta teknologi Large Language Model (LLM) agar mampu memahami pertanyaan warga secara kontekstual dan memberikan respons yang relevan.

Pelaksanaan program dilakukan melalui lima tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan desa, pengembangan chatbot AI, implementasi dan uji coba sistem, pelatihan serta sosialisasi kepada perangkat desa dan masyarakat, serta evaluasi dan pengembangan lanjutan. Program ini berlangsung selama 3,5 bulan, mulai September hingga Desember.

Melalui program ini, UISI menargetkan terwujudnya otomatisasi layanan administrasi desa, peningkatan transparansi dan akses informasi publik, serta terciptanya pelayanan desa yang lebih cepat, modern, dan berkelanjutan. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi digital perangkat desa dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Artikel Terkait